Rabu, 03 Agustus 2011

Kandang ayam bangkok Sistem Postal

Kandang sistem postal sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sistem litter. Kandang sistem postal merupakan salah satu jenis dari kandang sistem litter. Lantai postal tersusun dari bahan-bahan yang lebih komplit daripada litter. Disamping itu terdapat beberapa perlakuan khusus dalam pencampuran bahan-bahan tersebut. Bahan litter untuk postal ini adalah jerami kering dan atau rumput kering dicampur dengan tahi kuda, tahi kambing atau tahi sapi. Sebagian peternak juga menambah bahan-bahan lain misalnya pasir dan kapur.

Sama seperti sistem litter, postal pun berperan dalam mengahangatkan kandang, sehingga ayam-ayam yang dipelihara didalamnya tidak kedinginan. Peternak dapat menghemat tenaga untuk membersihkan kotoran ayam. Kotoran yang jatuh pada postal tidak perlu dibersihkan, karena akan bercampur dengan bahan-bahan penyusun postal tadi. Penggantian postal sama seperti membersihkan kotoran ayam selama 2-3 bulan.

Keuntungan dari sistem postal adalah ayam mendapatkan banyak mineral dan vitamin. Hal ini sebenarnya baru diketahui pada pertengahan abad ke 20 ini, tepatnya seusai perang dunia ke II dimana sejumlah peternak ayam pedaging dan petelur di eropa mengamati bahwa pertumbuhan dari unggas piaraanya itu sangat menggembirakan. Bobot badan dari ayam pedaging mempunyai angka peningkatan yang lebih cepat dibandingkan dengan pemeliharaan pada kandang lain. Pertumbuhan anak ayam pun berlangsung dengan baik.


Senin, 06 Juni 2011

Newcastle Disease (ND)

Newcastle Disease (ND) atau disebut juga tetelo, cekak, pseudovogelpest, pseudo foel plaque, ranikhet atau avian pneumo encephalitis. Merupakan penyakit infeksi menular yang sampai sekarang masih merupakan masalah yang menduduki urutan atas dalam menimbulkan kematian pada ternak ayam baik ras maupun buras, setelah penyakit Avian Influenza(AI).
Newcastle Disease pertama kali ditemukan pada tahun 1926 di indonesia oleh Kranevelt. Doyle memberikan nama Newcastle Disease yang berasal dari kata “Newcastle on Tyne” (nama daerah di inggris) yang terjangkit penyakit serupa dengan yang ada di indonesia. Penemuan doyle di publikasikan di British veterinary.. Saat ini penyakit telah tersebar di secara luas dibeberapa bagian dunia. Kerugian yang ditimbulkan penyakit ini adalah kematian tinggi, penurunan produksi baik secara kualitas maupun kuantitas, pertumbuhan terhambat dan konversi ransum jelek.
Penyebab Penyakit
Newcastle Disease disebabkan oleh virus golongan paramyxo yang mempunyai struktur RNA. Virus ini bersifat mengaglutinasikan sel-sel darah merah ayam. Beradasarkan tingkat keganasanya, virus ini terbagi menjadi 4 golongan: velogenic viscerotropic (tipe asiatik), velogenic neurotropic (tipe amerika), mezogenic(misalnya: kumarov, mukteswar, roikin) dan lentogenic (misalnya: La Sota, B1, F). Virus penyebab ND mudah dibunuh dengan desinfektan. Dikandang yang tidak terkena sinar matahari bisa tahan sampai berminggu-minggu. Dari segi serotipe hanya terdapat 1 macam serotipe.
Infeksi olleh virus Newcastle Disease yang tidak menyebabkan kematian akan menimbulkan kekebalan selama 6-12 bulan. Demikian juga halnya kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi yang menggunakan vaksin inaktif.
Gejala Penyakit
Masa inkubasi bervariasi dan rata-rata 5-6 hari. Penyakit berlangsung hingga 14-16 hari sesuai dengan tingkat keganasan virus yang menginfeksi. Keparahan penyakit, angka kematian, kerusakan dan gejala penyakit yang timbul bisa bermacam-macam. Gejala penyakit sangat bervariasi dari yang sangat jelas sampai dengan yang tidak jelas, tergantung keganasan virus yang menginfeksi dan daya tahan tubuh ayam.
Pada gejala klinis yang jelas, tampak gejala kelainan saluran pernapasan(batuk, ngorok, susah bernapas, keluar lendir dari hidung). Nafsu makan hilang, feses berwarna hijau dan kadang-kadang disertai gumpalan putih, gemetaran pada seluruh tubuh, gejala kelainan syaraf (kelumpuhan pada kaki dan atau sayap, leher terpuntir dan ayam berputar-putar) dan angka kematian tinggi, bisa sampai 100%. Pada ayam petelur yang sedang berproduksi, produksi telur turun secara drastis.
Gejala kelainan syaraf biasanya muncul kemudian. Selain produksi telur turun, kualitas telur juga turun. Kerabang telur menjadi tidak normal (kasar, tipis, lembek), kualitas putih telur menurun, fertilitas dan daya tetas telur menurun. Pada saluran pernapasan terjadi radang di sinus hidung, trakea, laring dan juga terjadi pneumonia. Eksudat yang bersifat katarhallis sampai mucopurulent dapat ditemukan pada saluran pernapasan dan kantung udara menjadi keruh. Perubahan alat tubuh yang terjadi pada saluran pernapasan tidak khas untuk penyakit Newcastle Disease saja.
Proventiculus mengalami haemorrhagie yang berpa ptechiae dipuncak kelenjarnya. Pada usus dapat terjadi enteritis dan nekrosa, eksudat kental berwarna kehijauan bercampur darah. Pada keadaan infeksi yang akut adapat ditemukan perdarahan yang luas dan beerbatas jelas pada beberapa bagian usus dan jaringan limfoid yaitu secra tonsil dan peyer’s patches.
Pada sususna syaraf dan otak dapat ditemukan degenerasi dan nekrosa otak. Pada ayam petelur yang sedang berproduksi dapat ditemukan calon kuning telur yang mengalami pendarahan. Bentuk calon kuning telur yang mengalami pendarahan. Bentuk calon kuning telur menjadi tidak teratur. Kadang-kadang ada calon kuning telur yang pecah di rongga perut.
Penularan Penyakit
Newcastle Disease dapat menular secara kontak langsung dengan ayam yang sakit, melalui alat peternakan , udara , petugas kandang, binatang peliharaan serta burung liar.
Pengendalian Penyakit
Pencegahan:
  1. Vaksinasi Newcastle Disease secara teratur.
  2. Melakukan sanitasi kandang.
  3. Sanitasi tempat minum
Pengobatan:
Tidak ada obat untuk penyakit yang disebablkan Virus.
---semoga bermanfaat---



Vaksin Newcastle Disease (ND/Tetelo)
DOSIS
1/4 cc/ml umur 2 minggu - 1 bulan Untuk 50-60 ekor
1 cc/ml ayam dewasa untuk 20 ekor
Cara Pemakaian:
Suntikan Pada Otot/Daging Dada/Paha
(jangan sampai mengenai tulang)
Dapat Memberikan Kekebalan terhadap penyakit ND sekitar 3 bulanan
Hanya disuntikan ke ayam yang sehat dan diulang setiap 3 bulan
Untuk Pemesanan:
085 859 162 337

Rabu, 23 Maret 2011

Mengangkat produk dalam negeri, Budidaya ayam ketawa


Mungkin judul diatas sedikit idealis, tetapi memang begitulah kenyataanya. Berbagai satwa hobi di Indonesia banyak didatangkan dari manca negara.Nah, dengan mengembangkan ayam ketawa yang notabene ayam asli Indonesia, ayam ini bisa berkembang menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan tidak menutup kemungkinan bisa go Internasional.

Kalau kita biasa mendatangkan perkutut dari bangkok, serama dari malaysia dan ayam saigon dari vietnam. Maka pada suatu saat nanti gantian kita yang mengekspor ayam ketawa ke luar negeri.

Sebagai langkah awal memasyarakatkan ayam ketawa didalam negeri, caranya dengan memeperbanyak penghobinya sehingga bermunculan klub-klub pecinta ayam ketawa. Seperti di semarang sudah digelar latber untuk kontes ayam ketawa.

Sekarang ayam ketawa mania sudah cukup banyak. Pertengahan 2011 nanti hobi ayam ketawa bakal mencapai puncaknya. Tentu saja untuk menuju kesana dukungan dari masyarakat dan pihak terkait sangat diperlukan sehingga hobi ini bisa berkembang.

Tingginya permintaan saat ini tentu saja menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Dengan merjuni breeding ayam ketawa apalagi nantinya bisa menghasilkan variasi lagu-lagu baru maka harga juga bisa dipastikan akan berlipat ganda. Untuk pasarnya, permintaan ayam ketawa ini cukup luas. Mulai anakan hingga dewasa sudah bisa diserap pasar. Sebagai gambaran umur 1 bulan saja dengan kualitas standart bandrolnya berkisar Rp.200.000,- - Rp.250.000,-. Lantas berjenjang umur 2,3,4,5,6 hingga 7 bulan. Diatasnya masuk kategori ayam ketawa dewasa yang harganya tembus sampai puluhan juta rupiah.

Sumber:
Tabloid Agrobis
 
Central Bangkok Farm Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template