Untuk membat kandang dengan lantai seperti itu, peternak harus mengeringkan bahan-bahan penyusun terlebih dahulu. Jerami atau sekam padi dihamparkan diatas tikar dan dijemur dibawah terik matahari untuk beberapa saat lamanya. Litter tidak boleh dimasukkan kedalam kandang dalam keadaan basah atau lembab, karena suasana seperti itu dapat mengundang kuman-kuman penyakit. Dengan pengeringan, maka kuman-kuman penyakit akan terbasmi dan hama berupa binatang-binatang kecil yang kemungkinan besar banyak terselip disela-sela bahan penyususn tersebut dapat di singkirkan. Bahan penyusun setelah benar-benar kering dapat ditaburkan secara merata ke seluruh bagian bawah kandang. Apabila sudah mencapai ketinggian sekitar 15 cm, bagian permukaan dari litter tersebut diratakan.
Keuntungan yang diperoleh dari sistem ini ialah pemeliharaan ayam jauh lebih praktis sehingga lebih dapat menghemat tenaga. Kotoran dibersihkan setiap dua bulan atau tiga bulan sekalai bersamaan dengan pergantian litter. Selain itu, bahan-bahan litter mengandung banyak vitamin B12 yang baik untuk pertumbuhan, karena jerami, sekam padi dan bahan sejenisnya mempunyai kemampuan menahan panas sehingga suhu kandang pun menjadi lebih hangat. Biaya pembuatan kandang relatif murah dan menghemat banyak tempat karena tidak membutuhkan halaman pengumbaran.
Meskipun demikian, penyebaran penyakit dalam model kandang seperti ini lebih cepat karena kontak langsung antara ayam yang sehat dan yang sakit sangat mudah terjadi apalagi kalau litter tidak pernah dibersihkan dan lembab. Litter yang lembab atau basah akan menjadi busuk sehingga menjadi tempat yang sangat baik bagi organisme penyebab penyakit dan parasit. Oleh sebab itu, peternak perlu menjaga supaya litter selalu dalam kondisi kering dan tidak lembab.





